 |
statistik |
 |
 |
| pengunjung | : | 34672 |
| sejak | : | 27 july 2007 |
| IP anda | : | 38.103.63.17 |
|
1 Online |
| User Online | : | |
|
 |
 |
 |
 |
|
 |
berita baru |
 |
 |
15-05-2008, Oleh : agusharyadi
Muhammad The Super Leader Super Manager
 | Mengkaji perjalanan hidup Rasulullah SAW adalah bagaikan mengarungi lautan yang tidak bertepi karena sangat luas, sangat kaya, dan sangat mencerahkan. Keluasan suri tauladan Muhammad SAW mencakup semua aspek hidup dan kehidupan. Agar pembahasan dalam buku ini tidak terlalu melebar maka ditetapkanlah 8 bidang utama leadership yang akan dikaji yaitu self development atau personal leadership, bisnis dan kewirausahaan, keluarga, kepemimpinan keluarga, dakwah, sosial dan politik, sistem hukum, pendidikan, dan strategi militer. Sudah barang tentu pembatasan ini bisa mengundang pertanyaan dan kritik tapi itulah ijtihad penulis yang menyadari berbagai keterbatasan terutama waktu.
|
15-05-2008, Oleh : Agus Haryadi
Peluncuran produk Takaful Mikro Sakinah (Credit Life)
 | Asuransi Pinjaman/Pembiayaan berbasis Syariah untuk Pengusaha Kecil-Mikro & Keluarga Miskin Setelah proses inisiasi dan persiapan-persiapan sejak Nopember 2005 (lebih kurang setahun yang lalu) sebuah produk asuransi syariah yang dikhususkan bagi masyarakat berpendapatan rendah dan keluarga miskin diluncurkan pada tanggal 8 Desember 2006 di Cipanas.
|
[ arsip ]
|
 |
 |
 |
 |
 |
artikel baru |
 |
 |
07-03-2008, Oleh : Nuruddin Mhd. Ali, MA., M.Sc STEI TAZKIA
Zakat Sebagai Instrumen dalam Kebijakan Fiskal
 | Abstrak - Upaya pengintegrasian zakat ke dalam kebijakan fiskal negara adalah dengan melakukan rekonstruksi sejarah terhadap pelaksanaan zakat pada masa awal Islam. Pada masa awal Islam, zakat merupakan ’pungutan’ wajib yang ditarik dari masyarakat untuk membiayai pengeluaran negara pada waktu itu. Dalam perkembangannya, zakat mengalami kestatisan karena terlanjur dibakukan sehingga tidak dapat beradaptasi dengan perkembangan perekonomian umat. Akibatnya, untuk pembiayaan kebutuhan negara ditariklah pajak dari masyarakat karena bersifat dinamis dan dapat diatur pelembagaannya oleh pemerintah sesuai dengan tujuan-tujuan pembangunan ekonomi yang telah disusun pemerintah. Pengembalian zakat ke khittah awalnya ini dapat dilakukan dengan keberanian merumuskan kembali konsep zakat dalam Islam.
|
07-03-2008, Oleh : Bey Sapta Utama
Esensi Asuransi Islam
 | Bagi setiap muslim sesungguhnya hidup dan mati hanya untuk Sang Pencipta Allah SWT semata-mata. Dalam tekad itu terkandung konsekuensi, setiap muslim harus berislam bukan hanya di masjid dan mushallah, ketika shalat, puasa, zakat dan berhaji saja, akan tetapi juga ketika ia berada di pasar, bank dan perkantoran. Ketika ia sedang bertransaksi, berinvestasi di pasar modal, dan juga ketika berasuransi.
|
[ arsip ]
|
 |
 |
 |
 |
|